Bagi saya, salah satu momen paling menyenangkan saat main PES PS4 adalah ketika bola melengkung pelan ke pojok gawang, kiper cuma bisa bengong, lalu teman di sebelah langsung diam. Di dunia PES, momen itu biasanya datang dari teknik yang sering disebut plesing.
Masalahnya, untuk pemain pemula, cara plesing PES PS4 untuk pemula sering terasa gampang di teori, tapi kacau saat dicoba. Tombol sudah ditekan, arah sudah digeser, tapi hasilnya malah melambung seperti bola mau pindah cabang olahraga. Tenang, itu normal. Saya juga pernah ada di fase “kok Messi saya kayak bek tengah?”
Melalui artikel ini, Topup Storm akan membahas 3 cara plesing PES PS4 untuk pemain pemula dengan pendekatan yang lebih mudah dipahami. Bukan cuma tombol apa yang harus ditekan, tetapi juga kapan harus menembak, pemain seperti apa yang cocok, dan posisi mana yang paling aman untuk mencetak gol.
3 Cara Plesing PES PS4 untuk Pemula
1. Kuasai Kombinasi Tombol R2 + Kotak
Cara pertama dan paling dasar adalah memahami tombolnya. Untuk kontrol standar PES PS4, plesing biasanya dilakukan dengan kombinasi R2 + Kotak.
Agar lebih mudah, alurnya seperti ini:
- Arahkan pemain ke posisi tembak yang cukup terbuka.
- Tekan tombol Kotak untuk menendang.
- Tahan tombol R2 agar tendangan lebih terarah dan melengkung.
- Gunakan analog kiri untuk mengarahkan bola ke pojok gawang.
- Isi power bar secukupnya, jangan terlalu penuh.
Namun, kunci sebenarnya bukan cuma tombol. Kunci utamanya ada di power bar. Untuk pemula, saya sarankan jangan mengisi power terlalu penuh. Cukup sekitar 30 sampai 50 persen, tergantung jarak dari gawang.
Kalau terlalu pelan, bola mudah ditangkap kiper. Kalau terlalu keras, bola bisa melambung atau melebar. Ini seperti bikin kopi sachet, kebanyakan air hambar, kebanyakan gula malah bikin panik.
Tips saya:
- Latihan dari area depan kotak penalti.
- Ambil posisi sedikit menyamping dari gawang.
- Arahkan bola ke tiang jauh.
- Jangan menekan Kotak terlalu lama.
- Ulangi sampai terbiasa membaca power tendangan.
Dari latihan ini, kamu akan mulai merasakan kapan bola harus dilepas dan seberapa kuat tombol Kotak ditekan.
2. Pilih Pemain dengan Curl dan Finishing Bagus

Cara kedua adalah memilih pemain yang tepat. Ini sering diremehkan pemula. Banyak pemain baru merasa semua pemain bisa plesing asal tombolnya benar. Padahal, di PES, atribut pemain sangat menentukan hasil akhir.
Untuk plesing, pilih pemain dengan atribut berikut:
- Finishing bagus agar peluang gol lebih besar.
- Curl tinggi supaya bola bisa melengkung lebih rapi.
- Kicking power cukup kuat agar bola tidak terlalu lemah.
- Ball control bagus supaya pemain lebih stabil sebelum menembak.
- Kaki dominan yang sesuai dengan arah serangan.
Pemain seperti Lionel Messi, Neymar, Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, atau pemain sayap cepat dengan kaki dominan kuat biasanya lebih nyaman dipakai.
Saya pribadi lebih suka memakai pemain yang punya gaya menusuk dari sisi sayap ke tengah. Misalnya:
- Pemain kaki kiri ditempatkan dari sisi kanan.
- Pemain kaki kanan ditempatkan dari sisi kiri.
- Bawa bola sedikit masuk ke tengah sebelum menembak.
- Arahkan plesing ke tiang jauh.
- Lepaskan sprint sebelum melakukan tembakan.
Contohnya, kalau kamu memakai pemain kaki kiri di sisi kanan, bawa bola sedikit masuk ke tengah, lalu lakukan plesing ke pojok kiri gawang. Bola akan lebih natural melengkung ke arah target.
Ini juga alasan kenapa asal sprint lalu menembak sering gagal. Plesing butuh posisi badan yang enak. Kalau pemain sedang terlalu cepat, tertekan bek, atau kaki dominannya tidak pas, tendangan bisa melebar.
3. Cari Sudut Tembak yang Paling Aman
Cara ketiga adalah memahami posisi. Menurut saya, ini bagian yang paling membedakan pemain pemula dan pemain yang mulai naik level.
Posisi terbaik untuk plesing biasanya berada di sekitar luar kotak penalti atau sedikit masuk ke area penalti, dengan sudut sekitar 30 sampai 45 derajat dari gawang. Jangan terlalu lurus, jangan terlalu mepet garis samping.
Agar peluang gol lebih besar, perhatikan beberapa hal berikut:
- Cari ruang tembak sebelum bek lawan menutup pergerakan.
- Jangan memaksakan plesing dari sudut yang terlalu sempit.
- Kurangi sprint sebelum menekan tombol tembak.
- Arahkan badan pemain ke gawang terlebih dahulu.
- Prioritaskan tembakan ke tiang jauh jika posisi memungkinkan.
Kalau posisi terlalu lurus di depan gawang, tendangan biasa kadang lebih efektif. Kalau terlalu melebar, ruang untuk melengkungkan bola jadi sempit. Plesing paling enak dilakukan saat pemain punya ruang setengah detik sebelum bek menutup.
Saat membawa bola, jangan langsung panik menekan Kotak. Kurangi sprint, arahkan badan pemain ke gawang, lalu baru eksekusi. Ini penting karena kontrol bola saat sprint biasanya lebih berat, sehingga akurasi tembakan menurun.
Pola sederhana yang biasa saya pakai:
- Bawa bola dari sisi sayap.
- Potong sedikit ke tengah.
- Lepaskan tombol sprint.
- Geser analog ke pojok jauh.
- Tekan R2 + Kotak dengan power sedang.
- Pastikan pemain tidak sedang terlalu ditekan bek.
Kalau timing pas, peluang gol jauh lebih besar.
Kesalahan Umum Saat Belajar Plesing
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemain pemula saat mencoba plesing. Saya pernah melakukan hampir semuanya, jadi ini bukan teori kosong.
Kesalahan yang paling sering terjadi:
- Terlalu sering menekan sprint saat mendekati kotak penalti.
- Mengisi power bar terlalu besar.
- Menembak saat posisi badan pemain belum menghadap gawang.
- Memaksakan tembakan ketika bek sudah terlalu dekat.
- Salah memilih kaki dominan pemain.
- Menembak dari sudut yang terlalu sempit.
- Mengira semua pemain bisa melakukan plesing dengan hasil yang sama.
Banyak pemula merasa semakin cepat semakin berbahaya. Padahal, untuk plesing, terlalu cepat justru membuat pemain sulit mengontrol bola.
Plesing juga bukan lomba siapa paling keras. Kalau power bar terlalu penuh, bola sering melayang jauh dari target. Jika jalur bola tertutup, plesing akan mudah diblok. Cari ruang dulu, bahkan satu sentuhan kecil ke samping bisa membuat sudut tembak lebih bersih.
Latihan Singkat agar Plesing Lebih Konsisten
Kalau ingin cepat terbiasa, saya sarankan latihan di mode training atau pertandingan offline dengan level kesulitan rendah dulu. Jangan langsung latihan di match kompetitif, nanti emosi duluan sebelum jago.
Coba buat pola latihan seperti ini:
- Pilih pemain sayap kanan berkaki kiri.
- Bawa bola dari sisi kanan ke depan kotak penalti.
- Potong arah ke tengah.
- Lepaskan tombol sprint.
- Tekan R2 + Kotak dengan power sedang.
- Arahkan analog ke pojok jauh.
- Ulangi pola yang sama 10 sampai 20 kali.
Setelah mulai konsisten, ganti sisi:
- Pilih pemain kaki kanan dari sisi kiri.
- Bawa bola masuk ke tengah.
- Arahkan bola ke pojok kanan gawang.
- Gunakan power sedang.
- Ulangi sampai feeling tendangan lebih stabil.
Latihan ini sederhana, tetapi efektif. Dalam PES, teknik bagus lahir dari pengulangan. Tidak ada jalan pintas, kecuali kamu main lawan adik sendiri dan pura-pura jadi pro player.
Kesimpulan
Cara plesing PES PS4 untuk pemula sebenarnya tidak rumit, tetapi butuh pemahaman yang tepat. Ada 3 hal utama yang harus dikuasai: kombinasi tombol R2 + Kotak, pemilihan pemain dengan atribut bagus, dan posisi tembak yang ideal.
Jangan hanya menghafal tombol. Perhatikan juga power, arah analog, kaki dominan pemain, dan tekanan dari bek lawan. Semakin sering kamu latihan, semakin mudah membaca kapan harus melakukan plesing dan kapan lebih baik memakai tendangan biasa.
Pada akhirnya, plesing bukan cuma soal mencetak gol indah. Teknik ini bisa menjadi senjata penting untuk membuka pertandingan yang ketat, terutama saat lawan menumpuk pemain di depan kotak penalti.

Baca berita gaming terkini di Topup Storm agar kamu tidak ketinggalan update game terbaru, tips bermain, dan tutorial gaming yang mudah dipahami.


