Free Fire dari negara mana? Kalau ngomongin battle royale di HP, Free Fire pasti jadi salah satu nama yang langsung muncul di kepala. Game ini populer banget di Indonesia, tapi ternyata masih banyak yang bingung: sebenarnya free fire dari negara mana sih? Aku juga dulu sempat salah kaprah, ngira game ini buatan China atau bahkan Indonesia. Setelah aku gali lebih dalam, ternyata faktanya cukup menarik, dan ada beberapa hal terbaru yang wajib banget kamu tahu kalau masih main Free Fire sampai sekarang.
Jadi begini, free fire dari negara mana? Jawabannya: dikembangkan oleh 111dots Studio yang berasal dari Vietnam. Tapi, biar game ini bisa dikenal luas dan punya dukungan global, Free Fire kemudian dipublikasikan oleh Garena, perusahaan asal Singapura.
Nah, di sinilah banyak orang salah paham. Karena Garena dikenal kuat di Asia Tenggara dan punya kantor di berbagai negara, banyak yang mengira Free Fire buatan Singapura atau bahkan Tiongkok. Padahal kalau ditanya free fire dari negara mana, jawaban paling tepat ya Vietnam sebagai pengembangnya.
Siapa sih yang nggak kenal Naruto? Nah, Free Fire MAX sempat bikin heboh dengan kolaborasi Naruto Shippuden Chapter 2 di Agustus 2025. Ada event seru kayak Final Shot Ring dan skin MP40 “Infinity Tsukuyomi”. Walau eksklusif di server India, hype-nya tetap bikin pemain global ikut penasaran. Fakta ini juga bikin banyak pemain baru penasaran lagi dengan pertanyaan klasik: free fire dari negara mana kok bisa sampai kolaborasi internasional seperti ini.
Di akhir Juli 2025, Garena merilis update OB50 dengan banyak fitur baru. Ada karakter baru bernama Rin, senjata yang lebih balance, tampilan antarmuka yang lebih fresh, dan bahkan mode khusus untuk streamer. Katanya, update OB51 bakal hadir sekitar Oktober 2025. Kalau kamu sudah tahu free fire dari negara mana, kamu pasti bisa lihat bagaimana kerja sama developer dan publisher lintas negara bikin update terus berkembang.
Meski sempat kena banned di India, Free Fire Max balik lagi lewat TEZ Free Fire Max India Cup 2025. Bayangin aja, prize pool-nya sampai ₹1 crore! Itu tandanya Free Fire tetap serius membangun ekosistem esports, bukan cuma di Asia Tenggara tapi juga secara global. Tidak heran kalau orang India pun ada yang masih nanya free fire dari negara mana, karena mereka ikut terlibat dalam turnamen internasionalnya.
Garena makin tegas soal pemain nakal. Di update OB50, kalau ada yang ketahuan pakai cheat atau aplikasi mod, akunnya bisa langsung kena banned permanen. Jadi kalau mau main aman, jangan coba-coba curang. Pemain yang baru join pun sering kepo: free fire dari negara mana kok bisa punya sistem anti-cheat secanggih ini?
Setelah OB50, muncul Booyah Pass edisi September dengan tema gurun. Hadiahnya juga nggak main-main: ada skin Kar98k, bundle karakter, sampai efek baru buat MP40 lewat Ring Event. Sekali lagi, inovasi ini menjawab kenapa meski banyak orang tahu free fire dari negara mana, game ini tetap bisa relevan di 2025.
Sejak rilis, Free Fire sudah tembus lebih dari 1 miliar download di Google Play Store. Bahkan sempat dinobatkan sebagai game mobile battle royale paling banyak diunduh di dunia. Untuk esports, Free Fire World Series (FFWS) juga pernah mencetak rekor jutaan penonton live streaming. Jadi meskipun banyak pesaing, dan meskipun orang bertanya-tanya free fire dari negara mana, nyatanya popularitasnya masih luar biasa besar.
Selain pencapaian, Free Fire juga sempat heboh karena beberapa kontroversi:
Menariknya, kontroversi ini nggak bikin pemain berhenti. Malah sering jadi bahan diskusi: free fire dari negara mana kok bisa sampai kena banned di negara tertentu tapi tetap bertahan di global market?
Jadi, buat kamu yang masih penasaran, free fire dari negara mana? Jawabannya jelas: dikembangkan di Vietnam (developer) dan dipublikasikan di Singapura (publisher). Popularitasnya terus terjaga berkat update rutin, event keren, dan dukungan esports. Dengan fakta terbaru kayak kolaborasi Naruto, update OB50, sampai Booyah Pass September, jelas kalau Free Fire masih jauh dari kata “ketinggalan zaman”.
Tidak, Free Fire bukan buatan Indonesia. Game ini dikembangkan di Vietnam dan dipublikasikan oleh Garena Singapura. Jadi kalau ada yang tanya free fire dari negara mana, jawabannya bukan Indonesia.
Garena dimiliki oleh Forrest Li, seorang pengusaha asal Singapura.
Free Fire resmi dirilis pada Desember 2017 setelah fase uji coba sebelumnya.
Free Fire Max punya grafis lebih bagus, efek visual lebih detail, dan pengalaman bermain yang lebih imersif.
Iya, Free Fire tetap populer. Terbukti dengan update besar, kolaborasi global, serta ekosistem esports yang masih terus berjalan.
Free Fire dikembangkan oleh 111dots Studio asal Vietnam. Jadi kalau ditanya free fire dari negara mana, jawabannya adalah Vietnam sebagai pengembang, dan Singapura sebagai publisher.
Karena gameplay-nya ringan, bisa dimainkan di HP kentang, dan banyak event lokal yang disesuaikan dengan pasar Indonesia.
Tidak sepenuhnya. Item premium memang memberi keuntungan, tapi skill tetap jadi faktor penentu kemenangan.
Iya, Free Fire sempat kena banned di India pada tahun 2022 karena isu data privacy.
Beberapa kolaborasi besar antara lain dengan Cristiano Ronaldo, BTS, One-Punch Man, dan yang terbaru Naruto Shippuden di 2025.
Baca berita gaming terbaru di Topup Storm untuk update seputar game, esports, dan tips menarik lainnya.