
Sebagai player Uma Musume, gue jujur bilang satu hal. Begitu masuk race Hanshin Daishoten Uma Musume, rasanya kayak ujian akhir buat build stamina yang sudah lo siapin dari awal season. Jarak 3000 meter, turf, long distance, senior year, dan sekali salah prep, Uma lo langsung ngos-ngosan di lap terakhir.
Di artikel ini gue mau share sudut pandang pribadi tentang Hanshin Daishoten Uma Musume Career, kenapa race ini penting, plus cara gue nyiapin tim biar tidak choke di last corner. Sekalian, gue jelasin kenapa gue butuh platform top up yang cepat dan tanpa ribet buat support grinding, yaitu Topup Storm dengan tagline “Top Up Cepat, Main Tanpa Henti”.

Dari pengalaman gue, Hanshin Daishoten bukan cuma satu race lewat. Efeknya ke Hanshin Daishoten Uma Musume Career cukup kerasa:
Kalau gagal di sini, biasanya langsung kelihatan masalahnya. Entah stamina jebol terlalu cepat, skill recovery tidak nyala, atau stat power kurang sehingga Uma lo kepepet di rombongan belakang pas last spurt.
Buat gue, Hanshin Daishoten itu semacam audit build. Kalau berhasil tembus dengan mulus, mental langsung naik dan sisa season berasa jauh lebih ringan.
Pertama kali gue masuk Hanshin Daishoten Uma Musume, gue terlalu pede sama speed. Angka speed cakep, stamina kelihatan oke, tapi skill pendukung stamina hampir tidak ada. Hasilnya:
Setelah beberapa kali run yang bikin frustasi, gue akhirnya ubah pendekatan:
Begitu gue treat Hanshin Daishoten sebagai proyek khusus, bukan race numpang lewat, performa langsung beda. Di run berikutnya, Uma gue bisa tahan pace sampai akhir dan ambil posisi atas tanpa harus full gambling ke RNG.
Berikut cara gue nyiapin build buat Hanshin Daishoten Uma Musume supaya konsisten.
Kalau bisa, pilih Uma dengan:
Ini bikin base lo sudah aman dari awal. Lo tidak perlu buang banyak resource untuk nutupin kekurangan jarak atau terrain.
Stamina besar itu penting, tapi bukan satu satunya faktor. Gue biasanya:
Prinsipnya, 3000 meter itu maraton, bukan lari 100 meter. Lo butuh build yang tahan lama, bukan cuma meledak di awal.
Karena Hanshin Daishoten munculnya di senior year, lo tidak bisa tiba tiba panik naikin stamina di beberapa turn terakhir. Dari awal karier, gue biasanya:
Dengan plan kayak gitu, begitu mendekati Hanshin Daishoten, stat utama sudah aman dan lo tinggal fine tune, bukan kejar setoran.
Uma Musume bukan cuma soal klik latihan dan race. Game ini juga ngajarin:
Gue pribadi treat setiap karier sebagai eksperimen. Satu run fokus stamina, run lain coba balance stamina dan speed, run lain lagi main di kombinasi power dan recovery skill.
Yang penting, mindset lo jangan berhenti di “harus menang sekarang”, tapi ke “gimana bikin template build yang bisa gue ulang dan upgrade di run berikutnya”. Itu yang bikin Hanshin Daishoten Uma Musume Career makin matang setiap kali lo grind.
Singkatnya, kalau lo pengin serius di Hanshin Daishoten Uma Musume:
Di luar itu, pakai platform top up yang jelas dan aman seperti Topup Storm supaya urusan diamond tidak jadi bottleneck. Dengan harga terjangkau, proses cepat, dan layanan 24 jam nonstop, lo bebas fokus push performa di track.

Kalau lo mau tetap update soal event, tips build, dan game lain selain Uma Musume, Baca berita gaming terbaru di Topup Storm dan jadikan tiap sesi main lo lebih terarah, lebih efisien, dan tentu saja lebih seru.